Demokrasi adalah kunci

Salah satu kontribusinya pada masyarakat sipil dibukukan pada tahun 2003. Judulnya “Menilai Tingkat Kesehatan Masyarakat Sipil, Petunjuk Penggunaan Indeks Masyarakat Sipil CIVICUS”.  Indeks Masyarakat Sipil (IMS) tersebut digunakan untuk mengukur partisipasi masyarakat. selain itu, untuk menyusun dan mengukur agenda aksi para pemangku kepentingan. Buku aplikatif tersebut terbagi menjadi lima bagian. Kelima itu, yaitu konsepsi masyarakat IMS, metode pengukuran, hasil, panduan fasilitasi lokakarya, serta lampiran teknis pengumpulan dan analisis data IMS.

Abdi Suryaningati saat ini merupakan team leader PEDULI The Asia Foundation (TAF). Sudah 25 tahun ia berkiprah di beragam organisasi masyarakat sipil. Tahun 1990, pernah menjadi peneliti program pemberdayaan pemulung bersama Lembaga Studi Pembangunan (LSP). Lalu, menjadi wakil direktur dan direktur Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA), sejak 1994 hingga 2007.

Setelahnya, dari 2008 hingga 2014, menjadi konsultan pembangunan untuk masyarakat dan program pemerintah. Beragam pengalaman tersebut menunjukkan upayanya dalam membangun demokrasi. Karena menurutnya, demokrasi adalah kata kerja. Sehingga, kunci pengembangan demokrasi yang esensial ada pada gerakan sosial yang kuat, dan sinergi antar organisasi masyarakat sipil, baik nasional maupun internasional.

Pada Kongres Kebudayaan Desa ini, Abdi Suryaningati akan menjadi narasumber di hari kelima, 5 Juli 2020 dengan topik Inklusi Sosial: Mewujudkan Masyarakat Inklusif dalam Tatanan Indonesia Baru.

(Sumber foto: peduliadat.org)

Share

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *