Kariernya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diawali dengan bergabung ke tim komunitas masyarakat sipil. Tugasnya menjalin dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Menurutnya, peran ini penting sebab masyarakat adalah satu-satunya pihak yang berpihak pada KPK dan punya kekuatan memberantas korupsi di Indonesia. Karena itu, ia terbiasa bekerja sama lintas daerah maupun lintas perspektif. Seperti dengan Sekolah Anti Korupsi Aceh, Manikaya Kauci di Bali, dan Ketjilbergerak di Yogyakarta.

Tahun pertama masuk KPK, Benydictus Siumlala langsung menyadari bahwa KPK punya banyak tantangan. Ada Hak Angket dari parlemen. Lalu rekannya disiram air keras hingga nyaris buta. Bahkan rumah pimpinan KPK dilempari bom. Tapi tantangan tersebut justru membuatnya bersemangat, karena ia menyaksikan dukungan masyarakat. Banyak wajah yang terus berharap dan berusaha, agar Indonesia bersih dari korupsi sehingga sejahtera. Beny percaya, jika KPK terkapar, maka yang bisa mengembalikan KPK berdiri tegak adalah rakyat Indonesia.

Pada Kongres Kebudayaan Desa ini, Benydictus Siumlala menjadi moderator di hari keempat, 4 Juli 2020 dengan topik Pemuda: Menata Ulang Formasi Strategis Pemuda Desa dalam Tatanan Indonesia Baru.

(Sumber foto: matematika.fmipa.unand.ac.id)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *