Ekonomi Berkeadilan di Masa Pandemi

Pandemi mengubah banyak hal dalam sekejap. Perusahaan-perusahaan besar merumahkan karyawannya, sehingga orang mencari alternatif pekerjaan lain. Hal tersebut diungkap oleh Dr. Rimawan Pradiptyo, Ph. D dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada. Menurutnya,  Pandemi Covid-19 akan mengembangkan ekonomi dari sektor informal seperti yang terjadi saat krisis ekonomi 1998. Di mana, orang-orang yang di-PHK justru mendapat penghasilan dari kerja informal.

Ia juga menyatakan, jika kesehatan lebih utama dari ekonomi. Jadi, masyarakat harus memastikan kesehatan terlebih dahulu sebelum memikirkan ekonomi. Dr. Rimawan juga menekankan, saat pandemi masyarakat membutuhkan modal besar. Antara lain, untuk alat kesehatan, pangan impor, infrastruktur kesehatan, serta subsidi kaum rentan.

Bahkan, agar mampu bertahan dari pandemi. Kita memerlukan modal sosial yang kuat dalam masyarakat. Hal-hal seperti kejujuran, transparansi, serta empati pada sesama. Nilai tersebut menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian masa pandemi. Termasuk diantaranya, meningkatkan empati dengan saling membantu antar masyarakat.

Krisis yang muncul saat ini menunjukkan kepada masyarakat, bahwa praktik ekonomi berkeadilan kita masih rendah. Karena, ada segelintir elit yang sangat menguasai perekonomian. Agar bisa bertahan di tengah pandemi, masyarakat harus mempertimbangkan dampak terburuk. Perlu memikirkan solusi yang tidak terpikir sebelumnya. Bahkan, memobilisasi sumber daya manusia agar rakyat bisa bertahan hingga pandemi berakhir.

Dahulu, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan pangan. Semenjak makanan pokok di Indonesia menjadi seragam, masyarakat tergantung pada beras. Kita kemudian mengimpor beras untuk mencukupi kebutuhan pangan. Hal ini berbahaya saat terjadi pandemi global, karena negara produsen pangan akan menyimpan produksi untuk dirinya sendiri. Perlu adanya kemandirian dan keadilan untuk produsen pangan di negeri sendiri.

(Sumber foto: nationalgeographic.grid.id)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *