“Saya, Jawa dan Islam” merupakan buku karya Irfan Afifi yang merekam dengan baik perjalanan pencarian diri yang hilang karena terjebak mengagungkan pola pikir Barat yang menawarkan kebebasan dan universalitas. Pengagungan tersebut dinilainya akan mengaburkan identitasnya sebagai orang Jawa, Nusantara dan Indonesia. Selain itu, Irfan juga menulis buku berjudul “Senjakala Modernitas” dan “Bukan Tersembunyi, Melainkan Tak Terlihat”.

Alumni Fakultas Filsafat UGM ini dikenal mengakrabi bahasan agama, Jawa, dan budaya. Kecintaannya pada budaya, juga mengantarkannya sebagai editor buku karya Sri Margana, “Ujung Timur Jawa, 1763-1813: Perebutan Hegemoni Blambangan”, dan “Psikologi Raos: Saintifikasi Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram” karya Ryan Sugiarto. 

Selain menekuni buku, dia juga mendirikan Langgar.co, dengan tagline “Suluk Kebudayaan Indonesia. Situs yang membahas beragam perspektif tentang kebudayaan. Selain itu, Irfan Afifi juga mendirikan Ifada Initiatives di Yogyakarta. Sebuah penerbitan yang fokus pada kajian khasanah pengetahuan Nusantara.

Pada Kongres Kebudayaan Desa, Irfan Afifi akan menjadi pembicara di hari kelima, 6 Juli 2020 dengan topik KEBUDAYAAN: Mengkonstruksi Ulang Alam Pikiran Nusantara sebagai Basis Peradaban dan Tata Nilai Indonesia Baru.

(Sumber foto : Facebook Irfan Afifi)

Share