Ia dikenal sebagai wartawan yang nyentrik. Tapi berkat itu, ia punya beragam perspektif yang menarik dalam tulisannya. Salah satu buktinya, saat ia menulis buku “Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-Raja” pada 2015. Buku ini merupakan rekaman lawatannya selama Ramadan di kawasan Maluku, Maluku Utara, dan sebagian Papua. Dari perjalanan tersebut, ia berhasil menggambarkan dengan apik, tentang praktik kehidupan beragama yang kaya ragam diiringi sikap toleran.

Kardono Setyorakhmadi juga punya pengalaman liputan yang luas. Termasuk saat membuat liputan investigasi tentang terorisme di Indonesia, dan saat meliput konflik di Afganistan. Lulusan Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada ini, tercatat sebagai wartawan senior di Jawa Pos. Dan masih aktif menulis di beragam media lainnya. Seperti di Mojok.co, Geotimes, Bengkulu Ekspres, dan Komunitas Kretek. Di komunitas tersebut Ano menyajikan beragam tulisan tentang kretek dari perspektif budaya, ekonomi, maupun politik.

Pada Kongres Kebudayaan Desa ini, Kardono Setyorakhmadi menjadi moderator di hari ketiga, 3 Juli 2020 dengan topik Keamanan dan Ketertiban: Menghadirkan Rasa Aman dan Perlindungan dalam Tatanan Indonesia Baru.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *