Menanam di rumah demi Kemandirian desa

Sebelum pandemi, desa kerap dianggap marginal oleh arus globalisasi, modernisme, hingga kapitalisme. Dalam webinar seri 1 Kongres Kebudayaan Desa FX Rudy Gunawan selaku moderator mengajukan pertanyaan pemantik mengenai keberadaan desa, “Jika desa punya peran besar dalam tatanan baru Indonesia apa yang perlu kita lakukan? Bukankah desa sudah puluhan tahun tergerus sehingga kekuatannya memudar? Bagaimana cara merevitalisasi desa agar kuat.”

Desa memiliki Dana Desa yang dapat digunakan untuk memajukan desa. Dana desa juga bisa menjadi sarana distribusi keadilan bagi seluruh warga. Sayangnya, masih bayak pelanggaran yang terjadi dalam penggunaannya. Hal tersebut dipaparkan oleh Wakil Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dari hasil perjalanannya selama meninjau desa selama 7 bulan.

Distribusi dana desa di banyak tempat belum maksimal. Ada beragam pelanggaran mulai dari tidak transparan, tidak efektif, dan tidak ada papan proyek. Selain itu, rencana anggaran jumlahnya sama dengan laporan penggunaan dana desa. Bahkan, pengurus dana desa merupakan keluarga kepala desa dan menyebabkan perangkat desa yang vokal dipinggirkan.

Jika desa ingin maju, hal tersebut perlu diubah. Menurut wakil menteri, ada tiga prasyarat supaya desa maju. Pertama, anak muda yang tinggal di desa untuk membangun. Kedua, desa memiliki SDM kreatif dan inovatif dan ketiga warga yang turut berpartisipasi. Jika hal tersebut terpenuhi, desa mampu menjadi motor penggerak perekonomian pasca pandemi.

Sanggar Inovasi Desa sebagai penyelenggara acara, ingin mengangkat nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kemandirian desa. Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa Panggungharjo menyatakan perlunya menggali pengetahuan lokal untuk membangun kemandirian desa. Desa-desa di Jawa memiliki konsep karang kitri—pengelolaan lahan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Jika terjadi bencana, warga desa mampu bertahan dengan pangan dari pekarangannya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *