Ia dikenal sebagai ibu yang melahirkan kembali sorgum kepuncak daftar tertinggi produk makanan pokok sehari-hari bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengalahkan padi, jagung, dan ubi yang selama ini telah lebih dulu dikenal masyarakat. Tentu banyak tantangan untuk mewujudkannya. Namun kemudian semua itu sirna saat melihat lahan batuan yang tandus, kini berubah jadi lahan subur. Karena tanaman sorgum memang cocok tumbuh di lahan kering.

Nama lahirnya adalah Maria Loretha. Tapi, masyarakat menyapanya dengan julukan “Mama Sorgum”.  Berkat kegigihannya meluaskan sorgum, ia banyak menerima penghargaan pelestarian lingkungan. Baik di lingkup nasional maupun internasional. “Kita tidak bisa menunggu orang lain mengubah diri kita. Tetapi, perubahan harus kita mulai dari diri sendiri. Sehingga, Indonesia dapat menjadi negara yang terdepan,” tegas Mama Sorgum.

Pada Kongres Kebudayaan Desa ini, Maria Loretha menjadi pembicara di hari keempat, 4 Juli 2020 dengan topik KEDAULATAN PANGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP: Merdeka Sandang, Pangan, dan Papan dari Desa untuk Tatanan Indonesia Baru.

(Sumber foto: bestyoungindonesia)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *