Diskusi dan Peluncuran Datakrasi

Data menjadi amat penting pada zaman ini. Berkat teknologi serta sumber daya manusia yang mumpuni, data dapat diolah lebih efektif, tepat, dan digunakan dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, data bisa menjadi patokan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang dianggap paling tepat bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut diutarakan Hanif dari pasardesa.id pada diskusi dan peluncuran buku “DATAKRASI: Meningkatkan Kualitas Hidup Berbasis Data”, Sabtu (15/8/20). Menurutnya, saat ini isu data di Indonesia perlu dibicarakan. Terutama mengenai kredibilitas data dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data.

Namun, terkait isu datakrasi, sebenarnya pemerintah masih punya PR besar. Suwarjono, Pimpinan Redaksi Suara.com sekaligus salah satu pengembang portal berita digital nasional mengungkapkan, pemiliki data besar harusnya adalah pemerintah. Namun yang terjadi saat ini, justru pihak swastalah yang memiliki data lebih lengkap. Suwarjono memaparkan pentingnya pemerintah, tak terkecuali desa untuk memiliki big data dan data saintifik.

Hal itu terbukti dengan kebutuhan hari ini, data menjadi bagian terpenting dalam penanganan pandemi Covid-19. Data membantu memetakan daerah yang masyarakatnya berpotensi terpapar virus.

Selain data yang valid, tingkat kecepatan pengolahan data pun penting bagi  efisiensi dan efektifitas penanganan kualitas kesejahteraan masyarakat. Dalam perkara itu, data nantinya menjadi basis untuk memutuskan suatu kebijakan. Karenanya, dengan penanganan yang benar dan tepat, data akan memegang peran kunci dalam pembangunan masyarakat.

Sejalan dengan kebutuhan itu, jauh sebelum diskusi ini digelar, Webinar Kongres Kebudayaan Desa, Seri 15, Kamis (9/7/20), telah membahas tema serupa. Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber, Budiman Sudjatmiko dari Inovator 4.0 Indonesia mengatakan bahwa data menjadi unsur penting bagi pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan tersebut bisa tercapai bila desa berhasil mengkonsolidasikan delapan asetnya. Yaitu, data, ruang, infrastruktur, modal, sumber daya alam, pengetahuan, komunitas, dan kekuasaan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *