“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tetapi Indonesia baru akan bercahaya dengan lilin-lilin di desa” kutipan dari Bung Hatta tersebut menjadi salah satu pembuka presentasi yang dipaparkan oleh Ahmad Erani Yustika dalam webinar seri 2 di Kongres Kebudayaan Desa. Ia juga mengatakan jika Bung Karno berpendapat jika pembangunan yang adil dan makmur untuk Indonesia berdasar pada Pancasila.

Dahulu, rancang besar pembangunan di Indonesia dibuat dengan memberikan prioritas pada desa. Meskipun kondisi sosio-ekonomi-dan politik nasional menunjuk pada desa pada masa itu berbeda dengan saat ini, Pancasila merupakan unsur penting untuk menjadi konteks pembangunan desa. Pembangunan perlu dimaknai dengan prinsip ekonomi berkeadilan. Yang mana kejujuran individu dan faedah sosial mendasari inti kegiatan ekonomi. Masyarakat perlu mengedepankan kesejahteraan spiritual yang menegakkan daya beri ketimbang daya beli.

Manusia dinilai bukan berdasar kemampuan membeli barang atau jasa, tetapi dari kemampuan membagi kesejahteraan bagi alam dan semesta.    Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini juga menyatakan saat membuat kebijakan desa pentingnya memperhatikan faktor produksi. Dari ketiga faktor produksi, seperti modal, lahan, dan manusia, perlu meletakkan manusia melampaui unsur lain. Manusia punya pikiran. Ia bisa berlaku adil dan beradab larangan dengan cara tidak melakukan eksploitasi.

Manusia juga bisa membuat kebijakan agar BumDes tidak hanya dimimiki pemilik modal tapi juga masyarakat. Pengelolaan ekonomi kolektif di desa yang paling sesuai adalah dalam bentuk koperasi. Rakyat merupakan subyek dalam kehidupan. Demokrasi politik tidak akan bermanfaat tanpa demokrasi ekonomi. Perlu adanya pengambil keputusan yang mampu mewakili suara rakyat kecil. Elemen demokrasi ekonomi yang dikemukakan Adam Smith menyatakan mengenai perubahan pengambilan keputusan dari pemodal ke pengambil kebijakan publik. Gabungan demokrasi inilah yang disebut dengan demokrasi kerakyatan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *