Nezar Patria, Pembicara 'Kongres Kebudayaan Desa'

Pernah diculik pada masa Orde Baru, siapa sangka kini ia menjadi pemimpin redaksi The Jakarta Post. Peristiwa yang ia kenang sebagai perjalanan kelam bersama 13 aktivis reformasi 1998, ternyata justru jadi tempaan bagi karier panjangnya sebagai wartawan.

Ia mulai sebagai reporter Majalah Tempo pada rentang 2002-2008. Lalu, turut mendirikan portal berita Vivanews.com pada 2008, sebelum kini berubah menjadi Viva.id. Selain itu, Nezar turut mengawal lahirnya CNNIndonesia.com.

Bagi Nezar Patria, pengalaman selama menjadi aktivis politik, ikut mematangkan berbagai liputan politik di media massa ia bekerja. “Meliput politik, kita kayaknya lebih tahu jeroannya gimana. Secara instingtif, kita juga lebih terasa mana yang palsu atau genuine,” ujarnya.

Sudah begitu, intuisi untuk melihat peristiwa tertentu juga lebih tajam. “Apakah ini rekayasa, apakah ini genuine. Dengan cepat, kita bisa menciumnya,” kata Nezar seperti dikutip Lokadata.id.

Pada Kongres Kebudayaan Desa ini, Nezar Patria menjadi moderator di hari kesepuluh, 10 Juli 2020 dengan topik Komunikasi, Media, dan Influencer: Merumuskan Kebijakan Komunikasi Publik Dalam Tata Pemerintahan Desa Menuju Indonesia Baru.

(Sumber foto: Kumparan.com )

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *